Vetala, Roh Bijak Umat Hindu yang ‘Dirusak’ Menjadi Vampir Drakula

Vetala, Roh Bijak Umat Hindu yang ‘Dirusak’ Menjadi Vampir Drakula

Vetala, Roh Bijak Umat Hindu yang ‘Dirusak’ Menjadi Vampir Drakula – Dari sekian banyak kisah horor dunia, Drakula udah jadi sosok imaji paling menakutkan yang tetap mengiringi kegelapan malam. Tak sedikit terhitung yang mengadopsi cerita horor selanjutnya dengan balutan roman percintaan.

Vetala, Roh Bijak Umat Hindu yang ‘Dirusak’ Menjadi Vampir Drakula

vetala-roh-bijak-umat-hindu-yang-dirusak-menjadi-vampir-drakula

samsundahaliyikama.net – Citra yang kerap ditangkap tentang Drakula pun udah mengakar: tampilan muka pucat, kerap memanfaatkan tuksedo berjubah, sampai mata merah, sekaligus gigi taring. Penggambaran Drakula itu diperkenalkan pertama kali di novel Bram Stoker th. 1897; dan jadi prototipe dunia yang melegenda.
Akan tetapi, bukan karya Bram Stoker yang sesungguhnya datang sebagai pionir. mgslotonline Kendati pengaruhnya benar-benar luar biasa untuk citra vampir. Setidaknya ada dua karya di Eropa yang benar-benar menginspirasi penciptaan Drakula, yang udah datang lebih dari satu dekade sebelumnya.
Sebagai gagasan awal, Bram Stoker beroleh gagasan tentang sosok Drakula dari strigoi, yang didalam kepercayaan rakyat di Eropa Timur, lebih-lebih Rumania, adalah roh jahat yang suka meneror rumah-rumah warga dan mengisap susu. Pengetahuan basic ini disita Bram Stroker dari buku Accounts of the Principalities of Wallachia plus Moldavia yang ditulis William Wilkinson dan terbit pada th. 1820.

Pun untuk tipe penulisan, Drakula karya Bram Stoker benar-benar tergoda oleh Carmilla, sebuah novel karangan Joseph Sheridan Le Fanu. Tentunya, dengan unsur-unsur yang udah dimodifikasi atau diperkuat.

Buah tangan Le Fanu yang terbit pada 1872 itu bercerita tentang orang pertama bernama Laura, seorang wanita muda asal Inggris. Sedangkan Carmilla, yang diposisikan sebagai orang kedua, adalah vampir yang singgah sebagai orang asing ke tempat tinggal Laura.

Drakula terhitung teripirasi dari India Bagi lebih dari satu penganut agama Hindu, sosok yang oleh orang Barat disebut “vampir” justru dideskripsikan secara berbeda. Mereka menyebutnya Vetala dan mempunyai yang jauh lebih hebat dari Drakula.

Tidak layaknya Drakula, yang dapat membuat perubahan bentuk manusia jadi kelalawar, Vetala justru dideskripsikan lebih mirip roh yang mempunyai keunggulan merasuki tubuh manusia. Lebih dari itu, Vetala terhitung dapat merasuki mayat manusia sampai hewan dan menghidupkannya kembali.

Vetala diceritakan bertempat di didalam hutan dan kuburan. Bergelantungan terbalik di ranting pohon besar, dengan obyek mengganggu manusia. Cerita rakyat pun menjelaskan hidup Vetala berada di antara dimensi hidup dan mati. Kelebihan lain Vetala ialah mempunyai kemampuan lihat jaman depan dan jaman lalu.

“Ketika dewasa, bapak saya kerap menceritakan bahwa Vetala dapat lihat segalanya,” ucap seorang pendeta kuil Hindu Pasadena di Los Angeles, dikutip dari Atlas Obscura.
Pendeta anonim itu menambahkan, Vetala yang ia ingat dapat mendeteksi kemauan baik jelek didalam diri seseorang. Tidak layaknya mahluk yang hanya gemar meneror dan menyedot darah, baik vampir atau Drakula, Vetala mempunyai kebijakan sekaligus potensi kejahatan di didalam dirinya.

Pengetahuan yang tak terbatas itu mengakibatkan Vetala benar-benar miliki nilai bagi para ahli sihir. Penyihir kerap mengusahakan menangkap dan memperbudak vetala untuk memanfaatkan kekuatannya demi kepentingan mereka.

Banyak sejarawan yakin bahwa awal kemunculan kisah Vetala bermula pada abad ke-11. Lalu dipopulerkan lewat naskah Vetala Panchvimshati, yang merupakan kumpulan 25 cerita. Pada naskah aslinya, Vetala pun dipaparkan lewat bhs Sanskerta.

Ketika Inggris mulai menguasai tanah India, seorang penjelajah bernama Sir Richard Burton kemudian mulai mengadaptasi kisah Vetala. Ia adalah orang pertama yang mengalihbahasakan Kama Sutra dan Vetala Panchvimshati untuk dibaca oleh khalayak Barat.

Sayangnya, Burton tidak secara utuh menerjemahkan naskah Vetala Panchvimshati. Dari 25 cerita, ia hanya pilih dan memasukkan 11 saja, didalam buku yang berjudul Vitram plus the Vampire. Burton jugalah yang pilih pemakaian uraian “vampir”, ketimbang “roh”, dan menegaskannya berulang kali didalam bukunya.

Cara Burton menerjemahkan Vetala Panchvimshati menyadari beroleh kritikan dari para akademisi. Salah satunya singgah dari N. M. Penzer, pengalih bhs terkemuka di Inggris.

“Itu bukan terjemahan, tapi adaptasi, dan adaptasi yang benar-benar bebas juga,” tegas Penzer.

Sial bagi para pencinta cerita asli Vetala, Vitram plus the Vampire yang terbit pada 1870 justru terkenal di pasaran. Buku ini terhitung dipromosikan sebagai “terjemahan bhs Inggris dari Vetala Panchvimshati”.
Walhasil, pembaca pun beranggap bahwa penggambaran Vetala dari Burton itulah yang otentik; dan Bram Stoker adalah keliru satu pembacanya.
Stoker pun secara terbuka mengakui benar-benar mengagumi Burton; dan terpesona oleh tulisannya tentang okultisme India, lebih-lebih tentang Vetala Panchvimshati. Transformasi Drakula jadi kelelawar, yang menggantung terbalik, kemampuannya memanjat layaknya reptil, kekuatannya, dan sisipan sikap bijaksananya sepanjang berabad-abad, seutuhnya bisa saja udah terinspirasi dari terjemahan Burton.
Jadi, ada dua sosok yang sesungguhnya udah diselewengkan citranya oleh Stoker, yakni strigoi yang gemar mengisap susu; dan roh Vetala didalam cukup bijak dan menyadari hampir segalanya. Keduanya diubah jadi Drakula.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *